Setiap orang pasti membaca ulang apa yang sudah ia tuliskan, beda halnya apa yang ia rasa.
Rasa pun bisa berubah sewaktu-waktu jika ia mau, bahkan lupa rasa itu seperti apa sebelumnya.
Sempat aku bertanya dalam hati "Bagaimana aku bertahan bila aku dicampakan?". "Bagaimana aku bangkit bila seseorang trus menjatuhkanku?".
Semua dianggap normal, tapi tak normalkah bila ingin setia?
Sesekali aku merasa putus asa memperjuangkan hidup ini, tapi seseorang slalu membuatku bangkit.
Ingin seperti seseorang itu, tetap berdiri tegap meskipun terinjak, tetap bertahan walaupun tubuhnya disayat.
Hanya seseorang itu yang bisa memberiku nadi yang kuat untuk tetap hidup meskipun hidup itu benar-benar sakit. Dan rasa yang dimilikinya tetap sama tak pernah berubah, karena dia setia sampai unjung hidupnya.